author
Ryosuke
Kenapa Orang Kaya pada Sombong

Kenapa Orang Kaya pada Sombong

IDLang - Kenapa Orang Kaya pada Sombong - Kali ini admin Blog IDLang akan melampirkan beberapa pendapat yang IDLang kumpulkan dari situs quora di post yang berjudul "Mengapa banyak orang kaya sombong?" kenapa sih banyak orang kaya sombong? sebelum itu mari kita ketahui apa arti kaya itu.

Arti "kaya" bagi banyak orang bisa saja berbeda-beda. Sama dengan cara orang memandang "sukses".  Saya percaya sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada, manusia yang ingin hidup miskin dan sengsara.

Semua menginginkan hidup kaya, bahagia, dan sejahtera. Namun kenyataannya, jumlah orang miskin jauh lebih banyak daripada orang kaya. Apakah sulit menjadi orang kaya? Apakah perlu pendidikan yang tinggi hingga meraih gelar profesor? Atau mesti berkunjung ke dukun sakti meminta ajian atau resep kaya? Apakah kita tidak bisa menjadi kaya dengan cara halal dan harus melakukan korupsi serta tindak kejahatan seperti yang ditayangkan televisi? Menjadi kaya memerlukan waktu dan proses, yang dikerjakan secara penuh disiplin dan komitmen tinggi.

Tetapi, jangan pernah bermimpi menjadi kaya secara cepat atau instan, ya. Menjadi kaya pun bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan sebuah titik yang akan terus bergerak. Misalnya, sekarang ukuran kaya bagi Anda adalah memiliki uang sebesar Rp 1 miliar. Begitu Anda sudah memiliki uang Rp 1 milyar tersebut, ukuran Anda akan meningkat lagi menjadi Rp 5 miliar atau bahkan lebih. Jadi, ukuran kekayaan Anda akan terus berubah seiring dengan pencapaian tersebut.

Baca : Kebiasaan yang membuat Otak Menjadi Tumpul

Setelah membaca definisi kaya, saya akan melampirkan beberapa pendapat dari user quora, mari dibaca.

Kenapa Banyak Orang Kaya pada Sombong


Pendapat dari user quora bernama Cinthya Alicia
Waktu masih SMA dulu saya punya temen, namanya Corin. Dia anak orang kaya, papanya eksekutif di perusahaan perkebunan kelapa sawit, tapi karena anaknya asyik, kami suka nongkrong bareng.

Suatu hari pas pulang sekolah kami memutuskan untuk muter-muter dulu di mall. Tiba-tiba ada seorang teman yang bilang, “Tapi aku lagi gak pegang uang. Bentar ya, aku ke ATM dulu.”

Layaknya anak abegeh iseng, kami pun rame-rame berdesakan di booth ATM yang sempit. Sewaktu dia lagi narik uangnya, kami kepoin dia, “Eh coba liat coba liat, saldonya berapa? ”. “Ada dua juta sih..” jawabnya.

Pas denger itu, Corin ketawa. “Di ATM kok dua juta. Dua juta itu di dompet, say!” katanya. Teman saya tadi cuma ikut ketawa. Entah dia malu, sakit hati atau apa, kami tidak tahu. Mungkin dua-duanya. Kami yang lain cuma bisa diem.

Masalahnya kami tahu Corin bukannya sengaja menghina atau mau pamer, tapi memang bagi dia yang kelas hidupnya beda, dua juta itu jumlah yang memang biasanya ada di dompet, bukan di ATM.

Bagi Corin mungkin hampir tidak terpikirkan ada orang yang dompetnya tidak berisi uang dua juta dan minimal satu kartu kredit. Makanya begitu dia ketemu orang seperti itu, jadinya kaget. Seperti tidak percaya.

Bayangkan seandainya kamu berada di kondisi yang sama. Anggaplah kamu berpindah ke dunia paralel dimana harga barang-barang amat sangat murah. Temanmu bilang dia mau ke ATM dulu. Pas kamu tanya, katanya saldonya 2.000 rupiah.

Kamu pasti tertawa, karena bagi kamu, dua ribu rupiah itu uang yang biasanya ada di kantong. Mungkin kamu bahkan tidak percaya dan mengira dia cuma bercanda atau tidak mau cerita jumlah yang sebenarnya.

Begitu juga dengan Corin, dan dengan orang-orang kaya lainnya. Mereka bukan sombong, tapi mereka hidup di dunia yang berbeda. Dunia dimana uang dua juta itu cuma cukup untuk mengisi dompet. Dan itu bukan dunia kita.

Pendapat dari user quora bernama Eko Fadhillah
Sombong itu sebenarnya bertingkat-tingkat:
  1. Ngga sengaja sombong: Ini paling rendah tingkatannya. Contohnya ada di jawaban Cinthya Alicia. Karena perbedaan skala, akhirnya keluar celetukan yang kalo didenger orang lain kesannya sombong banget. Pelaku tentu tidak sadar kalo dia sudah sombong.
  2. Sombong biar dianggep/nyohor: Nah kalo ini si pelaku biasanya sadar kalo sombong. Tapi tujuannya bukan menjelekan orang lain, namun sekedar biar dianggap setara sama lawan bicaranya. misalnya:
  3. A: “Eh, kita mampir bengkel bentar ya, ambil Camry aku yang udah selesai di betulin.”
  4. B: “Ok. Om aku juga punya Camry (padahal mobil keluarga si B itu LCGC)”
  5. Sombong untuk membela diri: Kalo ini biasanya ngga’ mau dianggap recehan sama orang, akhirnya dikeluarkanlah list kekayaan keluarga jauh maupun dekat.
  6. A: “Oh coklat ini? Dibawain sama kakak yang baru pulang dari Sydney”
  7. B: “Oh, dari Sydney. Om sama tante aku seh rutin bolak-balik Sydney. Terus mereka juga udah pernah ke Turki, US, UK, pokoknya seluruh dunia udah pernah di datengin deh. Minggu kemarin mereka baru pulang dari Swiss!”
  8. A: “Oleh-olehnya mana?”
  9. B: (diem)
  10. Sombong untuk menjatuhkan orang lain. Ini yang paling kacau dan bikin orang jadi hater seumur hidup sama tu orang:
  11. A: “Permisi pak (masuk ruang meeting)”
  12. B: “Eh, ngapain kamu disini? orang kaya kamu ngga’ pantes ikutan meeting ini. Semua yang disini tuh Doktor, minimal master. Kamu yang cuma S1 ngga’ pantes ikutan meeting ini!”
  13. C: (owner yang cuma lulusan SMP nyeletuk nada bosen kepada B) “Lo ngomong apa?”
Intinya sikap dan perkataan sombong itu wajib di jauhi. Karena orang sombong mudah sekali untuk dikerjain. Salah satu hobi saya adalah memancing orang sombong untuk ngomong macem-macem sampe akhirnya ketauan kalo doi ternyata mengarang bebas tentang kehebatannya.

Pendapat dari user quora bernama Ricky Brahmana
Coba kita ubah sedikit perspektifnya, “kenapa orang sombong?”

Menurutku, satu-satunya alasan kenapa seseorang bisa sombong adalah karena mereka merasa punya sesuatu yang lebih baik dari orang di sekitarnya. Terlepas dari sensitifitas manusia yang makin hari makin tinggi, sombong itu adalah soal perasaan.

Satu fenomena/insiden serupa bisa diartikan berbeda oleh beberapa orang tergantung dari sudut pandang mana mereka menilainya.

Sekarang kembali ke pertanyaan awal, “kenapa banyak orang kaya sombong?” Karena mereka merasa kekayaan yang mereka dapat itu,
  1. Tidak dimiliki orang lain.
  2. Berasal dari “pohon uang” yang tidak/belum dimiliki orang lain.
  3. Hasil dari kerja keras mereka sementara tidak mau atau tidak bisa
Sebagai orang yang tidak kaya - dengan asumsi kaya dinilai dari simpanan uang lebih dari 500 juta - poin pertama dan kedua adalah alasan kesombongan yang sering saya lihat. Sementara orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dari poin nomor tiga biasanya lebih rendah hati, dengan pengecualian seorang Hotman Paris.

Sedikit keluar dari topik, banyak orang menganggap Hotman Paris sombong karena dia sering memamerkan hartanya di Instagram dan tidak ragu memakai perhiasan miliaran setiap kali keluar dari rumahnya. Biarpun begitu, tidak sedikit juga yang menganggap “kesombongan” Hotman Paris itu adalah hal yang wajar karena semua yang dia peroleh berasal dari kerja keras dan kerja cerdasnya selama menjadi pengacara.

Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan bekerja dan membangun karir seperti Hotman Paris. Dari ketiga poin di atas, dia punya semua alasan untuk menjadi sombong. Tapi ketika kita melihat dari perspektif yang berbeda, mungkin kita bisa maklum.

Pendapat dari user quora bernama Lodewijk Marcel
Jangan salah kaprah!

Justru orang kaya 'asli' lebih cenderung low profile, dan dermawan dalam memberikan sebagian hartanya. Tapi tentunya mereka tidak perlu pamer dalam hal tersebut sehingga jarang kelihatan dermawannya.

Kalau OKB mungkin masih suka 'pamer' karena mungkin hidupnya dulu susah dan tidak dianggap oleh orang lain. Wajar-wajar saja.

Sombong mungkin tidak, tapi dikarenakan memang level finansial yang berbeda, secara tidak langsung standar hidup yang berbeda membuat seakan-akan yang lebih kaya itu lebih sombong.

Contoh :

Ketika nongkrong sambil minum di Starbucks, harga satu minuman blended seharga 55rb mungkin terasa mahal dan mewah untuk seseorang, sampai bela-belain di snapgram.

Terus ketika kita mendengar orang disebelah kita ngomong "coy, nongkrong di Starbucks aja murah soalnya disini". Seketika dalam hati JLEEB dan gak sadar ngomong dalam hati "sombong banget ni mentang-mentang orang tajir".

Padahal bagi dia, Starbucks cuma sekedar tempat ngopi biasa karena kemampuan finansial dia yg lebih tinggi, bukan bermaksud menyombongkan kekayaan.

Kitanya aja yang terkadang baper dan julit…

Akhir kata


Itulah Beberapa pendapat yang IDLang Kumpulkan di situs quora, semoga artikel "Kenapa Orang Kaya pada Sombong" Semoga Bermanfaat dan jangan lupa share


May 01, 2020 • 0 komentar
Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini.
Buka Komentar